Agroredaksi.com-Kota Batu – Kepedulian terhadap lingkungan hidup kembali ditunjukkan warga Kelurahan Sisir Tepatnya Di Rw 10 , Kota Batu, dengan menggelar aksi penyelamatan ekosistem sungai melalui penuangan cairan ECO Enzim ke aliran Kali Kebo,Minggu (12/11/25). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara warga ,relawan dan mahasiswa dalam menjaga kelestarian sumber air di wilayah perkotaan.

ECO Enzim yang digunakan merupakan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran, yang menghasilkan cairan alami kaya akan enzim. Cairan ini dipercaya mampu menetralkan kandungan zat kimia dan bakteri penyebab turunnya kualitas air sungai.

“ECO Enzim memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu mengembalikan kadar air seperti semula. Saat ini banyak sungai yang tercemar limbah detergen dan bahan kimia rumah tangga. Dengan gerakan kecil seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa ikut berperan menjaga lingkungan,” ujar Gung Endah, Ketua Relawan ECO Enzim Kota Batu.
Gung menambahkan Eko enzim memiliki banyak unsur kandungan yang bermanfaat seperti
- Enzim Protease
🔹 Berfungsi memecah protein menjadi asam amino.
🔹 Membantu mengurai bahan organik di air atau tanah yang berasal dari limbah rumah tangga dan hewan. - Enzim Lipase
🔹 Memecah lemak dan minyak menjadi gliserol dan asam lemak.
🔹 Sangat berguna untuk menetralkan limbah minyak dan deterjen di air sungai. - Enzim Amilase
🔹 Memecah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana.
🔹 Membantu proses dekomposisi limbah organik dengan lebih cepat. - Enzim Cellulase
🔹 Menguraikan selulosa dari sisa tumbuhan atau kulit buah menjadi glukosa.
🔹 Membantu mempercepat penguraian bahan organik padat di lingkungan. - Asam organik alami (seperti asam asetat dan asam laktat)
🔹 Dihasilkan dari proses fermentasi.
🔹 Berperan menyeimbangkan pH air dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen. - Zat antioksidan dan senyawa volatil (seperti alkohol dan ester alami)
🔹 Membantu menghilangkan bau tidak sedap, serta meningkatkan kualitas udara dan air di sekitarnya. - Mikroorganisme baik (bakteri dan jamur fermentatif)
🔹 Seperti Lactobacillus, Saccharomyces, dan Actinomycetes.
🔹 Berperan penting dalam proses dekomposisi alami dan menjaga keseimbangan ekosistem mikro.
Aksi ekologis ini juga mendapat dukungan dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam program Community Empowerment, sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kehadiran mahasiswa turut memperkuat upaya edukasi lingkungan kepada warga sekitar, terutama pentingnya mengelola sampah organik menjadi produk bermanfaat seperti ECO Enzim. Selain menjaga kebersihan air, langkah ini juga membantu mengurangi volume sampah rumah tangga yang berakhir di sungai.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas bersama seluruh warga. Setetes aksi hari ini, menjadi harapan bagi aliran air yang lebih jernih dan kehidupan yang lebih lestari di masa depan.(Sfl)

