By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Mahasiswa UMM, Ciptakan Alat Deteksi Rematik
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Pendidikan > Mahasiswa UMM, Ciptakan Alat Deteksi Rematik
Pendidikan

Mahasiswa UMM, Ciptakan Alat Deteksi Rematik

redaksi
Last updated: August 12, 2024 4:43 am
redaksi
Published: August 12, 2024
Share
SHARE

Penyakit rheumatoid arthritis atau rematik merupakan penyakit autoimun dengan gangguan peradangan jangka panjang pada sendi. Umumnya penyakit ini sering ditemui pada lansia, tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa ataupun para remaja juga dapat mengalaminya. Maka dari itu Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinovasi ciptakan alat pendeteksi dini penyakit rheumatoid arthritis melalui kuku.

Mereka adalah Nuri Vhirdausia, Frenischa Yincenia W, dan Desta Karina yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), serta ada juga Abi Mufid Octavio dan Muhammad Lutfi yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT).

Abi Mufid Octavio menjelaskan bahwa jika penyakit rheumatoid arthritis ini sudah memasuki masa akut, maka tidak dapat disembuhkan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Maka perlu adanya identifikasi sedini mungkin untuk mengetahui seseorang berpotensi terkena penyakit rematik atau tidak. Menariknya, alat tersebut telah diuji cobakan kepada lebih dari 100 sampel dan mendapatkan respon yang positif.

“Sampel kami ada banyak mulai dari remaja, dewasa, dan lansia. Setelah menggunakan alat kami untuk deteksi dini kemudian melakukan re-check lebih lanjut ternyata didapati hasil yang efektif,” jelasnya.

Abi sapaan akrabnya melanjutkan bahwa alat tersebut bekerja dengan menganalisis kondisi kuku, mulai dari tekstur, ridging atau berlubang, kuku menguning, rapuh dan pendarahan serpihan. Yang mana kondisi visual tersebut tidak dapat dilihat secara langsung lewat mata telanjang. Selanjutnya jika ditemukan indikasi rematik, maka akan dilakukan observasi lebih lanjut dengan dokter.

“Indikasi rematik itu ada banyak, dan alat kami bertugas untuk memvisualisasi hasil dari kuku yang telah difoto untuk diidentifikasi lebih lanjut,” lanjutnya.

Tentu, setiap inovasi yang dibuat pasti mengalami kesulitan dalam pengembangannya, itu juga berlaku bagi Abi bersama dengan timnya. Ia mengaku memerlukan waktu lebih dari satu bulan untuk melakukan pengembangan untuk inovasi tersebut. Dan kedepan alat tersebut juga akan dibuat secara masal, tentu tidak lain untuk menambah ragam inovasi dalam dunia kesehatan.

“Dengan biaya produksi sebesar 7 juta rupiah, menurut kami itu nilai yang kecil untuk inovasi dalam dunia kesehatan. Dan kedepan kami akan menjalin kerjasama dengan perusahaan yang nantinya dapat di komersialkan,” ungkapnya.

Terakhir, dia berharap lewat inovasinya bersama tim dapat memberikan warna baru dalam dunia kesehatan. Masyarakat dapat mengidentifikasi sejak dini terindikasi gejala dari penyakit rematik, dengan begitu pasien dapat segera dibawa ke rumah sakit untuk nantinya dilakukan pengobatan lebih lanjut. Dia juga berpesan kepada mahasiswa khususnya jas merah kampus putih untuk tidak bosan-bosan berfikir dan menciptakan produk inovatif.

“Dahulu para penemu inovasi terbarukan itu banyak yang masih berusia muda. Dan anak muda saat pasti juga masih bisa melakukan hal tersebut. Jangan bosan dalam berinovasi, karena segala inovasi itu tentu ada manfaatnya,” pesannya.

Universitas Brawijaya Kenalkan BOUMI, Perawatan Anak Alami dari Bahan Nusantara
Filsuf Muslim Fahruddin Faiz Berikan Tips Mengelola Cemas yang Sehat
Santri PPI-AMF Ubah Limbah Jagung Jadi Produk Ramah Lingkungan, Raih Medali Nasional
Unik! Bagi Takjil Ramadan, Agribisnis Bagikan Sayur Mayur ke Pengguna Jalan
UMM Dipercaya UNESCO Kawal Misi Kelestarian Air Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up