Agroredaksi.com – KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis atau TBC. Salah satunya melalui kegiatan screening atau pemeriksaan TBC secara gratis yang digelar di berbagai wilayah Kota Batu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, mengatakan screening menyasar masyarakat yang memiliki risiko terpapar TBC.rabu(23/09/26).
Di antaranya warga yang mengalami batuk, memiliki penyakit diabetes, pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC, maupun orang yang tinggal serumah dan merawat pasien TBC.

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan di 41 titik yang tersebar di wilayah desa dan kelurahan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung setiap Selasa, Kamis dan Jumat, hingga target pelaksanaan selesai pada 10 November.
“Kota Batu saat ini sedang banyak melakukan screening, terutama pemeriksaan TBC secara gratis. Yang batuk, punya diabetes, atau kontak erat serumah dengan pasien TBC maupun yang merawat orang sakit TBC, bisa datang ke 41 titik yang sudah disiapkan,” ujar dr. Icang Sarrazin.
Salah satu kegiatan screening akan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di Balai Desa Junrejo. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga penyuluhan kesehatan.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari pengecekan kondisi kesehatan, gula darah, hingga pemeriksaan rontgen. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan dugaan TBC, pasien dapat memperoleh diagnosis lebih lanjut untuk menentukan langkah pengobatan.
“Besok, Kamis tanggal 24, kegiatan berada di Balai Desa Junrejo. Ada dokter spesialis, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, gula darah, kemudian dilakukan foto rontgen dan selanjutnya mendapatkan diagnosis untuk menentukan pengobatan,” jelasnya.
Dinkes Kota Batu menyebut kegiatan screening ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sekaligus untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menuju eliminasi TBC pada 2030, sehingga kasus TBC di Kota Batu dapat ditekan hingga tidak lagi menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
“Alasannya kenapa ada screening, ini sebagai asas kehati-hatian. Tujuan kita tahun 2030 adalah eliminasi TBC. Harapannya, tahun 2030 Kota Batu sudah tidak ada TBC,” tegas dr. Icang.
Dari pelaksanaan screening yang telah berjalan, Dinkes Kota Batu telah menemukan sejumlah warga yang masuk kategori suspek atau terduga TBC dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Data sementara yang disampaikan Dinkes menunjukkan terdapat 22 suspek terduga TBC dari 14 titik pemeriksaan yang telah dilakukan hingga saat ini.
Dinkes mengajak masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, tinggal serumah, bertetangga, maupun memiliki riwayat kontak dengan penderita untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis tersebut.
Masyarakat dapat mendatangi titik screening sesuai jadwal yang telah ditentukan, termasuk melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.
“Kalau Bapak-Ibu memiliki kontak erat, serumah, tetangga, atau teman sekerja dengan pasien TBC, silakan datang ke titik screening yang sudah ditentukan. Pemeriksaan TBC ini gratis,” pungkasnya.(Sfl)

