Agroredaksi.com, Malang — Kelangkaan beras jenis premium terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang dalam hampir satu bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat Perum Bulog Cabang Malang mulai meningkatkan distribusi beras premium untuk menjaga ketersediaan di pasaran.
Salah satu langkah yang dilakukan Bulog yakni menggelontorkan sebanyak 10 ton beras premium merek Punokawan ke Pasar Bunul, Kota Malang.
Distribusi tersebut disambut para pedagang yang selama beberapa pekan terakhir mengaku kesulitan mendapatkan pasokan beras premium.
Salah satu pedagang beras di Pasar Bunul, Supriono, mengatakan kelangkaan beras premium telah dirasakan sejak sekitar satu bulan terakhir.
Menurutnya, pengiriman beras premium terakhir yang diterimanya terjadi pada 24 Agustus 2026. Setelah itu, hingga kini belum ada lagi pasokan beras premium yang masuk ke kiosnya.
“Terakhir menerima pengiriman tanggal 24 Agustus. Setelah itu sampai sekarang belum ada lagi pengiriman beras premium,” kata Supriono.
Padahal, kebutuhan beras premium di kios miliknya cukup tinggi. Dalam kondisi normal, Supriono mengaku dapat menjual sekitar 40 hingga 50 sak beras premium kemasan lima kilogram.
Kondisi kelangkaan pasokan tersebut membuat distribusi yang dilakukan Bulog menjadi penting bagi pedagang untuk kembali memenuhi kebutuhan konsumen.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman mengatakan, penyaluran 10 ton beras premium di Pasar Bunul merupakan tahap awal untuk mengantisipasi kelangkaan beras premium di masyarakat.
Bulog Malang menargetkan distribusi beras premium di wilayah Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, dapat mencapai 500 ton.
“Untuk tahap awal kita gelontorkan 10 ton di Pasar Bunul. Untuk wilayah Malang Raya, targetnya bisa mencapai 500 ton,” ujar M Nurjuliansyah Rachman.
Selain menjaga ketersediaan, distribusi tersebut juga diharapkan membantu menjaga harga beras premium agar tetap sesuai ketentuan.
Beras premium merek Punokawan dari Bulog dibanderol dengan harga Rp148 ribu per kemasan 10 kilogram, atau setara Rp14.800 per kilogram.
Sementara di tingkat pedagang, harga eceran tertinggi atau HET yang disebutkan Bulog sebesar Rp14.900 per kilogram.
Bulog Malang bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota juga terus melakukan koordinasi untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, khususnya komoditas beras di wilayah Kota Malang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pasokan beras tetap tersedia di pasar dan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan.(@rf)

