Agroredaksi.com–Kota Batu. Produksi terong di kalangan petani Kota Batu meningkat seiring kondisi cuaca yang mendukung dan serangan hama yang relatif minim. Namun, melimpahnya hasil panen belum diikuti peningkatan permintaan pasar, sehingga harga terong di tingkat petani masih berada di kisaran Rp2.500 per kilogram.

Agus Sutrisno, petani terong DI kawasan metro sisir kota batu , mengatakan kondisi cuaca yang cukup mendukung membuat pertumbuhan tanaman terong berjalan baik. Perawatan tanaman juga relatif lebih mudah dibandingkan sejumlah komoditas hortikultura lainnya.
Menurutnya, minimnya serangan hama turut membuat tanaman mampu menghasilkan buah lebih banyak. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya volume terong yang dapat dipanen petani.
“Cuaca cukup mendukung, perawatannya juga lebih mudah dan serangan hama minim. Produksi buah terong akhirnya meningkat,” ujar Agus Sutrisno.
Meski produksi meningkat, Agus menyebut permintaan pasar masih berjalan normal. Tidak adanya peningkatan permintaan membuat harga terong belum mengalami kenaikan signifikan.
“Permintaan pasar masih normal, tidak ada peningkatan. Jadi meskipun panennya banyak, harga tidak terlalu tinggi,” katanya.
Saat ini, harga terong di tingkat petani berada di kisaran Rp2.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai belum terlalu tinggi, terutama ketika produksi sedang melimpah.
Kendati demikian, petani masih bisa mendapatkan keuntungan karena tanaman terong memiliki masa produksi yang cukup panjang dan dapat dipanen berkali-kali.
Agus menilai pola panen berulang tersebut menjadi salah satu keuntungan dalam budidaya terong. Selama tanaman tetap produktif dan biaya perawatan dapat ditekan, petani masih memiliki peluang memperoleh keuntungan dari setiap periode panen.
“Walaupun harganya sekitar Rp2.500 per kilogram, masih ada keuntungan karena terong bisa dipanen berkali-kali,” pungkasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi komoditas pertanian tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga. Ketika pasokan meningkat sementara permintaan pasar tetap normal, harga di tingkat petani cenderung tertahan.(Sfl)

