By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Harga Gabah Makin Mahal, Beras Medium Tembus Rp17 Ribu di Tengah Perayaan Kemerdekaan
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Ekonomi > Harga Gabah Makin Mahal, Beras Medium Tembus Rp17 Ribu di Tengah Perayaan Kemerdekaan
Ekonomi

Harga Gabah Makin Mahal, Beras Medium Tembus Rp17 Ribu di Tengah Perayaan Kemerdekaan

akbar
Last updated: August 24, 2026 9:05 am
akbar
Published: August 24, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com — MALANG — Memasuki Agustus 2026, ketika masyarakat tengah merayakan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, harga beras justru terus melambung. Harga gabah padi basah di tingkat petani kini menembus Rp delapan ribu per kilogram, sementara harga beras medium di pasaran berada di kisaran Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.
Kenaikan harga gabah membuat para pengepul berada dalam posisi sulit. Mereka mengaku terpaksa mengikuti harga yang ditetapkan di tingkat petani agar tetap mendapatkan pasokan.
Kondisi tersebut kemudian berdampak langsung terhadap harga beras yang harus dibayar konsumen. Kenaikan semakin terasa di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan akibat efisiensi dan penghematan pengeluaran.


Salah seorang pengepul dikota batu Suroto, mengatakan tingginya harga gabah membuat ruang gerak pengepul semakin terbatas. Mereka tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membeli dengan harga tinggi demi menjaga ketersediaan pasokan.

“Yang penting barang ada. Kalau harga dari petani sudah tinggi, kami juga tidak bisa banyak berbuat. Kalau tidak membeli, pasokan bisa kosong,” ujar Suroto.

Selain tingginya harga gabah, keterbatasan pasokan turut menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga. Kondisi kemarau dinilai ikut memengaruhi produksi dan ketersediaan gabah, sehingga persaingan mendapatkan bahan baku semakin tinggi.
Situasi ini menunjukkan adanya persoalan pada rantai pasok pangan. Di satu sisi, harga gabah yang tinggi dapat memberikan keuntungan lebih baik bagi petani. Namun di sisi lain, kenaikan harga bahan baku tersebut berujung pada meningkatnya harga beras yang harus ditanggung masyarakat.
Pemerintah dinilai perlu hadir untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen. Langkah stabilisasi tidak cukup hanya dengan menjaga harga di tingkat pasar, tetapi juga harus memastikan pasokan gabah, kelancaran distribusi, serta tata niaga dari petani, pengepul, penggilingan hingga pedagang berjalan secara sehat.
Kenaikan harga beras juga patut menjadi perhatian karena komoditas pangan pokok memiliki kaitan erat dengan daya beli masyarakat dan tekanan inflasi.
Di tengah kebijakan efisiensi ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok secara langsung dapat menggerus pendapatan rumah tangga. Masyarakat harus mengalokasikan anggaran lebih besar hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Momentum perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bahwa kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pembangunan. Petani membutuhkan harga yang layak, sementara konsumen membutuhkan beras dengan harga yang terjangkau.
Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya hadir ketika harga sudah melonjak, tetapi mampu melakukan langkah antisipasi sejak dari tingkat produksi hingga distribusi.
Jika kondisi ini tidak segera diantisipasi, harga beras berpotensi terus menjadi beban bagi masyarakat.
Di tengah harga gabah yang menguntungkan petani tetapi membuat harga beras semakin mahal, publik pun menunggu langkah pemerintah: bagaimana menjaga petani tetap sejahtera tanpa membuat konsumen semakin menjerit?(Sfl)

Kereta Api Tetap Jadi Transportasi Favorit, Stasiun Malang Layani 175.340 Pelanggan Saat Libur Sekolah2026
Bright Gas Cooking Competition 2025: Pertamina Patra Niaga Angkat Potensi Rasa Nusantara
Pitulasan,Warga Puri Indah Mengadakan Lomba Lingkungan P2L
UB Berangkatkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT
Sempat di Bawah Rp20 Ribu, Harga Cabai Rawit Kini Tembus Rp50 Ribu per Kilogram
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up