Agroredaksi.com- JatimBalinus -Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026. Melalui tim relawan kemanusiaan, Pertamina menyalurkan bantuan darurat sekaligus memastikan distribusi energi di wilayah terdampak tetap berjalan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan tim relawan kemanusiaan telah tiba di Flores sejak 16 Agustus 2026 dan langsung menjangkau sejumlah titik pengungsian utama.
“Tim Relawan Kemanusiaan kami sudah tiba di Flores pada 16 Agustus dan telah menjangkau sejumlah titik sentra pengungsian serta posko-posko yang tersebar di Pulau Flores,” ujar Ahad.Selasa(18/08/26)
Beberapa lokasi yang menjadi fokus penanganan antara lain Posko Mbaik di Kabupaten Nagekeo, Posko Kalonggolong di Reo, serta posko pengungsian di Maumere. Ketiga lokasi tersebut menjadi sentra pengungsian dengan jumlah penyintas yang cukup besar.
Sebagai respons awal, Pertamina menyalurkan berbagai kebutuhan darurat berupa makanan siap saji, terpal, selimut, dan tikar untuk membantu para pengungsi yang masih bertahan di posko-posko sementara.
“Bantuan kemanusiaan yang kami kirimkan pada tahap pertama meliputi makanan siap saji, terpal, selimut, dan tikar untuk kebutuhan dasar para pengungsi,” jelasnya.

Memasuki tahap berikutnya, Pertamina mulai menyiapkan dapur umum guna mendukung kebutuhan pangan para penyintas. Persiapan tersebut mencakup penyediaan logistik dapur, bahan makanan, hingga pasokan LPG sebagai sumber energi untuk memasak.
“Kami juga menyiapkan dapur umum lengkap dengan logistik, bahan makanan, serta pasokan LPG. Tahap kedua ini sudah berjalan sejak 17 Agustus dan masih terus berlangsung hingga saat ini,” tambah Ahad.
Selain bantuan logistik, Pertamina berencana memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak yang harus tinggal di pengungsian dan mengalami gangguan aktivitas akibat bencana.
“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan trauma healing kepada masyarakat terdampak, terutama anak-anak. Pendampingan ini akan melibatkan tim medis kami maupun tenaga kesehatan setempat,” katanya.
Di sisi lain, Pertamina juga memastikan distribusi energi di Pulau Flores tetap terjaga. Ahad menjelaskan, terminal-terminal BBM yang berada di Labuan Bajo, Ende, Maumere, dan Larantuka telah beroperasi normal.
Sementara itu, Terminal Reo masih menjalani pemeriksaan struktur dermaga guna memastikan keamanan sandar kapal pengangkut BBM.
“Hanya Terminal Reo yang saat ini belum beroperasi karena masih dilakukan pengecekan kekuatan struktur dermaga. Terminal lainnya beroperasi normal dan tidak mengalami kendala,” ujarnya.
Untuk layanan kepada masyarakat, seluruh lembaga penyalur BBM di Flores juga berangsur pulih. Pada hari pertama pascagempa, sebanyak 32 dari total 56 SPBU telah kembali beroperasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 48 SPBU pada hari kedua dan ketiga, hingga akhirnya seluruh SPBU kembali melayani masyarakat pada hari ini.
“Hari ini seluruh SPBU sudah beroperasi. Memang ada dua SPBU yang masih menggunakan genset karena pasokan listrik dari PLN belum sepenuhnya pulih, namun pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” pungkas Ahad.
Pertamina menegaskan akan terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa Flores dapat terpenuhi dengan baik.(Sfl)

