Agroredaksi.com-BATU – Pertamina kembali menggelar program Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 sebagai bentuk penghargaan sekaligus apresiasi berkelanjutan kepada insan pers yang konsisten menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
Sosialisasi AJP 2026 yang berlangsung di Royal Hotels & Resort Kota Batu tersebut dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai platform media, mulai media cetak, radio, online, hingga televisi. Para peserta merupakan perwakilan media dari empat provinsi, yakni Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa(18/08/26).
Tahun ini, AJP mengusung tema “Energizing Innovation”, yang dimaknai sebagai semangat merangkul perubahan, beradaptasi terhadap berbagai tantangan, serta menghadirkan solusi yang mendorong keberlanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa AJP tidak sekadar menjadi ajang kompetisi jurnalistik, tetapi juga wadah kolaborasi antara Pertamina dan media dalam meningkatkan literasi publik mengenai sektor energi.
“Melalui Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026, kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi insan pers yang menghadirkan karya-karya berkualitas sekaligus memperkuat edukasi masyarakat terkait energi, keberlanjutan, dan berbagai program Pertamina yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ahad Rahedi.
Ia menambahkan, tema “Energizing Innovation” diharapkan mampu mendorong jurnalis untuk mengangkat berbagai inovasi dan praktik baik yang berdampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat.
“Kami percaya jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan cerita-cerita inspiratif tentang kemandirian energi, ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, energi terbarukan, hingga transformasi digital. Karya jurnalistik yang baik akan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran publik,” tambahnya.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa karya yang dapat diikutsertakan merupakan publikasi terkait Pertamina Group yang dimuat di media massa maupun akun resmi media massa pada periode 1 November 2025 hingga 31 Oktober 2026. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya terbaik pada masing-masing kategori.
Karya yang didaftarkan wajib merupakan karya asli, faktual, tidak mengandung plagiarisme, serta menyajikan informasi secara akurat dan berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. Karya juga harus relevan dengan tema dan kategori yang ditetapkan serta tidak sedang menjadi pemenang dalam kompetisi sejenis pada periode yang sama.
Sejumlah tema yang dapat dikembangkan antara lain kemandirian energi di tingkat desa, ketahanan pangan, pelestarian hutan dan lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, kemandirian ekonomi lokal dan industri kreatif, UMKM go digital, pengembangan generasi muda, transformasi digital, penerapan ESG, energi terbarukan, biofuel, geothermal, hingga pengembangan bisnis rendah karbon.
Menariknya, karya jurnalistik tidak harus berasal dari liputan yang difasilitasi Humas Pertamina. Jurnalis yang melakukan peliputan secara mandiri juga dapat mengikutsertakan karya mereka, dengan berkoordinasi bersama Humas Pertamina apabila membutuhkan akses ke wilayah operasi, khususnya objek vital nasional.
Selain kualitas karya, terdapat nilai tambah dalam penilaian bagi karya yang dipublikasikan di media terverifikasi Dewan Pers maupun jurnalis yang memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Meski demikian, UKW bukan menjadi persyaratan wajib dalam AJP 2026.
Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 31 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB. Selanjutnya, karya akan melalui tahapan penjurian tingkat teritori hingga nasional sebelum puncak penghargaan yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Adapun pemenang tingkat teritori akan memperoleh hadiah sebesar Rp7 juta untuk juara pertama, Rp5 juta untuk juara kedua, dan Rp3 juta untuk juara ketiga, serta penghargaan potensial masing-masing sebesar Rp1 juta.(Sfl)

