Agroredaksi.com-Kota Batu – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu mulai mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) 2026 sebagai agenda akhir masa kepengurusan periode 2022–2026. Melalui Musorkot tersebut akan dipilih ketua umum beserta jajaran pengurus KONI Kota Batu untuk masa bakti 2026–2030.

Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ary Wahyudi, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa panitia Musorkot telah dibentuk dan saat ini tengah mempersiapkan seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari pra-Musorkot hingga proses pemilihan ketua.
Menurut Sentot, sebelum Musorkot digelar akan dilaksanakan pra-Musorkot sebagai ajang sosialisasi sekaligus memberikan pemahaman kepada seluruh cabang olahraga (cabor) mengenai mekanisme penjaringan calon ketua dan penyusunan kepengurusan baru.
“Tahun 2026 ini merupakan akhir masa kepengurusan KONI Kota Batu. Karena itu kami sudah membentuk kepanitiaan. Sebelum Musorkot dilaksanakan, akan ada pra-Musorkot untuk memberikan pemahaman kepada seluruh cabang olahraga mengenai mekanisme penjaringan calon ketua dan pengurus yang akan datang,” ujar Sentot, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, pra-Musorkot dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026, sedangkan Musorkot akan digelar pada 28 November 2026.
Dalam Musorkot nanti, seluruh cabang olahraga yang memiliki hak suara akan menentukan calon ketua yang dinilai layak memimpin KONI Kota Batu selama empat tahun ke depan.
“Yang memiliki hak suara adalah seluruh cabang olahraga. Mereka nantinya akan memilih siapa yang dianggap paling layak melanjutkan kepemimpinan KONI Kota Batu,” katanya.
Sentot menambahkan, sebelum memasuki tahap pemilihan, seluruh bakal calon harus mengikuti proses penjaringan sesuai ketentuan organisasi. Setiap calon diwajibkan memperoleh dukungan minimal dari sejumlah cabang olahraga sebagai syarat pencalonan.
“Sistemnya diawali dengan penjaringan. Seorang calon harus lebih dulu mendapatkan dukungan dari sejumlah cabang olahraga sesuai aturan yang berlaku. Setelah memenuhi syarat, barulah mereka ditetapkan sebagai calon dalam Musorkot,” jelasnya.
Apabila terdapat lebih dari satu calon yang memenuhi syarat, mekanisme pemilihan akan ditentukan melalui tata tertib Musorkot yang disepakati oleh seluruh peserta.
“Apakah nanti pemilihannya dilakukan secara terbuka atau tertutup, itu akan diputuskan dalam tata tertib Musorkot. Semua akan dibahas dan disepakati bersama oleh peserta musyawarah,” ungkap Sentot.
Ia menegaskan seluruh tahapan akan dilaksanakan secara demokratis, transparan, dan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI agar menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa prestasi olahraga Kota Batu semakin maju pada periode 2026–2030.(Sfl)

