Agroredaksi.com-KOTA BATU – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar pemusatan latihan (training center) selama tiga bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2026, sekaligus melakukan seleksi atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Batu.
Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ary Wahyudi, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa program pemusatan latihan ini merupakan bagian dari regenerasi atlet, mengingat sejumlah atlet yang sukses membawa prestasi pada Porprov 2025 sudah tidak memenuhi syarat usia untuk tampil pada Porprov 2027.
Menurutnya, sekitar 35 atlet andalan Kota Batu dipastikan tidak bisa kembali berlaga karena terbentur batas usia. Oleh sebab itu, KONI bersama seluruh cabang olahraga (cabor) kini fokus mencari bibit-bibit baru yang memiliki potensi untuk menggantikan mereka.
Puslat atau pemusatan latihan ini kami laksanakan selama tiga bulan, mulai Agustus hingga Oktober. Dasarnya adalah hasil evaluasi atlet-atlet berprestasi di Porprov 2025. Ada sekitar 35 atlet yang sudah tidak bisa tampil lagi karena faktor usia, sehingga kami harus menyiapkan regenerasi sejak sekarang,” ujar Sentot.
Sebelum mengikuti pemusatan latihan, para atlet juga menjalani berbagai tes kebugaran, kesehatan, dan kemampuan fisik untuk mengetahui kesiapan mereka menghadapi program pembinaan yang lebih intensif.
Sentot menilai Kota Batu masih memiliki banyak atlet potensial, terutama dari cabang olahraga selam, wushu, Berkuda serta sejumlah cabang bela diri yang selama ini menjadi penyumbang medali bagi kontingen Kota Batu.
“Kami masih memiliki potensi besar di cabang selam, wushu, panahan, dan beberapa cabang bela diri. Kami optimistis cabang-cabang tersebut masih mampu mendulang prestasi pada Porprov 2027,” katanya.Kamis (23/07/27)
Ia menegaskan bahwa persaingan pada Porprov 2027 akan jauh lebih berat karena digelar di Surabaya yang dikenal sebagai gudangnya atlet-atlet berprestasi di Jawa Timur. Karena itu, hanya atlet yang benar-benar memiliki kualitas, mental juara, disiplin latihan, serta prestasi terbaik yang akan diberangkatkan.
“Kami sampaikan kepada seluruh cabang olahraga, hanya atlet yang memiliki kualitas dan mental juara yang akan mewakili Kota Batu. Tahun 2026 ini menjadi momentum untuk berkompetisi dan membuktikan kemampuan masing-masing atlet,” tegasnya.
Proses seleksi atlet sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing cabang olahraga. KONI akan melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan latihan, hasil try out, hingga capaian prestasi yang diraih atlet selama masa persiapan.
Meski jumlah atlet berkurang akibat regenerasi, Sentot berharap prestasi Kota Batu tidak mengalami penurunan. Ia menargetkan raihan medali pada Porprov 2027 setidaknya mampu menyamai pencapaian saat Porprov 2025, ketika Kota Batu berhasil mengoleksi 33 medali emas, 40 medali perak, dan 44 medali perunggu.
“Mudah-mudahan hasil pemusatan latihan ini mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. Paling tidak, capaian medali bisa menyamai Porprov 2025. Yang terpenting, prestasi Kota Batu jangan sampai turun dari posisi yang sudah kita raih,” ungkapnya.
Sentot juga mengingatkan bahwa tidak semua cabang olahraga otomatis akan diberangkatkan ke Porprov 2027. Keputusan akan didasarkan pada peluang meraih prestasi, bukan sekadar keinginan untuk ikut bertanding.
“Tidak semua cabang olahraga akan ikut. Kita harus realistis karena Surabaya memiliki kekuatan atlet yang sangat besar. Tujuan kita bukan sekadar berpartisipasi, tetapi mengirim cabang olahraga yang benar-benar siap dan berpeluang meraih medali,” pungkasnya.(Sfl)

