Agroredaksi.com-KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu menggelar Tasyakuran dan Doa Bersama dalam rangka memperingati seperempat abad penandatanganan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu. Kegiatan berlangsung di Graha Pancasila, Minggu (21/6/2026).
Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh penggagas pembentukan Kota Batu, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah. Hadir pula Wali Kota Batu periode 2017–2022 Dewanti Rumpoko dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kota Batu selama 25 tahun sebagai daerah otonom. Momentum peringatan tersebut juga ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar Kota Batu terus berkembang dan semakin maju di masa mendatang. Selain tasyakuran, kegiatan diisi dengan dialog bersama para tokoh pendiri, penggagas pembentukan Kota Batu, dan tokoh masyarakat. Dalam forum tersebut, berbagai masukan, saran, serta pandangan disampaikan terkait perkembangan Kota Batu selama seperempat abad terakhir dan arah pembangunan pada masa mendatang. Para tokoh menekankan pentingnya menjaga pembangunan agar tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Mereka juga mengingatkan agar proses pembangunan tidak mengabaikan kelestarian lingkungan serta potensi alam yang menjadi kekuatan utama Kota Batu sebagai daerah wisata dan pertanian. Sambutan Wali Kota Batu yang dibacakan Wakil Wali Kota Heli Suyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat serta para penggagas perubahan status Batu yang sebelumnya merupakan kota administratif bagian dari Kabupaten Malang hingga menjadi Kota Batu yang saat ini berkembang dan dikenal secara nasional sebagai kota wisata dan pertanian.
“Atas nama Pemerintah Kota Batu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para penggagas Kota Batu yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan daerah ini,” ujar Heli.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Batu juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh lintas agama, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi mendukung pembangunan daerah melalui visi dan misi Batu SAE.
“Melalui semangat Batu SAE, mari kita jadikan peringatan 25 tahun Kota Batu ini sebagai momentum untuk melanjutkan pembangunan, memperkuat persatuan, serta mewariskan Kota Batu yang lebih maju, lestari, dan sejahtera bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pokja sekaligus tokoh penggagas Kota Batu, Andrek Prana, bersama tokoh masyarakat Hendro Kusumo, turut memberikan pandangan dan masukan mengenai pentingnya menjaga arah pembangunan yang berkelanjutan serta mempertahankan identitas Kota Batu sebagai kota wisata berbasis lingkungan dan pertanian. Melalui dialog tersebut, diharapkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian sumber daya alam. Peringatan 25 tahun Kota Batu ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan Kota Batu agar tetap menjadi kota yang maju, berdaya saing, dan lestari.(Sfl)