By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Mengenang Kiprah Malik Fadjar, Tokoh UMM Pencetus Hari Buku Nasional
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Pendidikan > Mengenang Kiprah Malik Fadjar, Tokoh UMM Pencetus Hari Buku Nasional
Pendidikan

Mengenang Kiprah Malik Fadjar, Tokoh UMM Pencetus Hari Buku Nasional

akbar
Last updated: May 17, 2026 8:22 am
akbar
Published: May 17, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI) dan masifnya arus informasi instan yang memicu krisis daya kritis masyarakat modern pada 2026, ancaman matinya nalar menjadi tantangan terberat bangsa. Menyambut peringatan Hari Buku Nasional pada 17 Mei, ingatan publik patut dikembalikan pada sosok pencetus peringatan tersebut, mendiang Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. Tokoh sentral Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pernah menjabat sebagai Rektor sekaligus Menteri Pendidikan Nasional ini, bukan sekadar birokrat biasa, melainkan sang visioner penyelamat nalar bangsa lewat dedikasinya pada literasi.

Direktur Rumah Baca Cerdas (RBC) A. Malik Fadjar Institute UMM, Dr. Faizin, M.Pd., menjelaskan bahwa sosok Malik Fadjar selalu memandang akar masalah bangsa ini bukan sekadar rendahnya angka minat baca, melainkan melemahnya tradisi berpikir di mana buku direduksi menjadi sekadar pelengkap bangku sekolah.

“Bagi Pak Malik, bangsa yang tidak akrab dengan buku akan mudah kehilangan arah, gampang diprovokasi, dan lemah daya nalarnya. Karena itu, Hari Buku Nasional yang beliau gagas bukan sekadar hari peringatan, tetapi alarm kebudayaan agar bangsa kembali membangun tradisi membaca sebagai fondasi kemajuan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Faizin memaparkan fakta sejarah bahwa keputusan Malik Fadjar untuk mencetuskan Hari Buku Nasional pada 2002 silam merupakan wujud rekayasa budaya yang disengaja. Mantan Rektor yang sukses membawa lompatan peradaban bagi UMM ini menjadikan momentum 17 Mei untuk menghubungkan buku dengan gerakan nasional serta menyadarkan publik bahwa literasi adalah pilar kebangsaan.

“Sebagai pencetus, beliau senantiasa melihat buku sebagai alat pembebasan berpikir. Dalam pemikiran Prof. Malik, masyarakat yang rajin membaca akan tumbuh menjadi insan yang kritis, toleran, dan rasional, sehingga literasi benar-benar menjelma menjadi fondasi kokoh bagi demokrasi,” tegasnya.

Kesadaran akan bahaya krisis nalar tersebut juga memicu kegelisahan Malik Fadjar hingga berjuang mendirikan Rumah Baca Cerdas (RBC) di pusat Kota Malang. Demi memastikan ekosistem literasi tidak mati di kota pelajar tersebut, tokoh Muhammadiyah ini rela menghibahkan ribuan buku dari koleksi pribadinya agar dapat diakses secara luas oleh publik.

“Agar budaya baca tidak hilang tertelan hiruk-pikuk zaman, Prof. Malik rela memindahkan koleksi pribadinya untuk memenuhi rak-rak perpustakaan RBC. Beliau ingin ekosistem literasi ini terus terjaga dan menjadi nyala semangat yang tak boleh ditinggalkan oleh generasi muda,” kenang Faizin.

Saat ini, tanggung jawab besar tersebut diteruskan oleh RBC A. Malik Fadjar Institute yang bertransformasi menjadi laboratorium pemikiran dan pusat pembentukan nalar publik. Upaya mulia ini direalisasikan lewat empat program unggulan: Ruang Gagasan, Riset Pengembangan Mutu Pendidikan, Pendampingan Pengembangan Lembaga Pendidikan, serta Perpustakaan Keliling Mobil Bakti Untuk Bangsa.

Perjalanan panjang dan keteladanan Sang Pencetus Hari Buku Nasional dari UMM ini meninggalkan pesan mendalam bagi lintas generasi. Merawat tradisi membaca di era post-truth bukanlah sekadar hobi, melainkan benteng pertahanan terakhir dari kebodohan. Memperingati Hari Buku Nasional sejatinya adalah memperbarui komitmen kolektif untuk menghidupkan budaya ilmu dan merawat akal sehat bangsa, demi meneruskan api perjuangan Malik Fadjar.(Sfl/umm)

PWI Malang Raya Cetak Wartawan Kompeten Lewat UKW
Potensi Energi Geotermal Indonesia di Kawasan Ring of Fire yang Belum Teroptimalkan
295 Siswa SD/MI Kota Batu Meriahkan O2SN 2026
UB Peringkat 3, Perguruan Tinggi Penerima Beasiswa Unggulan Terbanyak 2025
UB Verifikasi Kondisi Mahasiswa Asal NTT Terdampak Gempa
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up