Agroredaksi.com-BATU – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan kekurangan tenaga pendidik di Indonesia. Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto usai menghadiri agenda Penguatan Program Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Batu di Aston Inn Batu, Rabu (13/5/2026) sore.
Dalam forum tersebut, Mariman menerima berbagai masukan dari guru, kepala sekolah hingga pengawas sekolah terkait kendala teknis layanan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pengajar di Kota Batu.

Mariman menjelaskan, pemerintah saat ini tengah fokus melakukan penataan guru non-ASN sesuai amanat Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023. Ia menegaskan masa transisi penataan tersebut akan berakhir pada 31 Desember 2025.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja bagi guru non-ASN di masa transisi ini. Mereka tetap mendapatkan hak yang sama hingga akhir 2025,” ujar Mariman.
Untuk mengisi kekurangan tenaga pendidik secara permanen, Kemendikdasmen juga tengah menyiapkan strategi rekrutmen besar-besaran. Persiapan rekrutmen dimulai pada 2026 dengan target pelaksanaan rekrutmen guru secara masif pada 2027.
Mekanisme formasi nantinya akan disusun berdasarkan data kebutuhan riil kekurangan guru di daerah dan ditetapkan oleh Kementerian PAN-RB.
Selain persoalan guru honorer, Mariman juga mencatat sejumlah kendala teknis yang disampaikan para pendidik di Kota Batu, salah satunya terkait Sistem SIMTENDIK yang dinilai memerlukan respons cepat agar tidak menghambat kinerja guru.
Terkait banyaknya posisi kepala sekolah yang masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt), Mariman menegaskan bahwa proses pelatihan calon kepala sekolah terus dipacu. Menurutnya, terdapat tiga kompetensi utama yang wajib dimiliki kepala sekolah.Yakni kompetensi manajerial atau kemampuan memimpin dan mengelola satuan pendidikan, kompetensi teknis berupa pemahaman mendalam tentang proses belajar mengajar, serta kompetensi sosio-kultural atau kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial sekolah.
“Seorang kepala sekolah harus berangkat dari seorang guru. Tidak mungkin memimpin sekolah tanpa memahami kompetensi dasar keguruan,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Mariman mengapresiasi Pemerintah Kota Batu, khususnya Dinas Pendidikan, atas inisiatif menggelar forum diskusi tersebut. Menurutnya, masukan langsung dari daerah sangat penting sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah pusat.
“Forum seperti ini sangat baik. Kami bisa ‘belanja masalah’ secara langsung dari teman-teman di daerah untuk segera ditindaklanjuti di tingkat pusat,” pungkasnya. (Sfl)

