Agroredaksi.com-Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Batu dalam menegaskan komitmennya menyiapkan Generasi Emas 2045. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui program beasiswa 1.000 Sarjana yang masuk dalam visi misi Mbatu SAE.

Kepala dinas pendidikan sekolah dasar dan menengah kota batu Alfi Nurhidayat menjelaskan bahwa program tersebut menjadi instrumen nyata untuk mendorong anak-anak Kota Batu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hingga penutupan pendaftaran pada 30 April 2026, tercatat ratusan peserta telah mendaftar.
“Hingga penutupan, tercatat sekitar 400 pendaftar telah masuk. Dari jumlah tersebut, nantinya akan diseleksi penerima melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat,” ujarnya.
Program beasiswa ini mencakup berbagai kategori penerima, mulai dari siswa berprestasi, keluarga tidak mampu, hafidz dan hafidzah (penghafal Al-Qur’an), guru non-ASN, perangkat daerah, hingga penyandang disabilitas.
Menurut Alfi, program ini merupakan bentuk investasi nyata Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Ini adalah investasi riil dari Pemerintah Kota Batu. Kami ingin memastikan anak-anak kita siap menghadapi tantangan di tahun 2045 nanti,” tambahnya.
Selain bantuan finansial, Pemkot Batu juga menaruh perhatian pada penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif. Alfi mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Batu.Ia juga menyoroti sejumlah isu krusial yang harus dicegah di lingkungan sekolah, seperti cyberbullying dan perundungan dalam bentuk apa pun. Selain itu, pemerataan akses pendidikan menjadi perhatian utama agar tidak ada anak yang putus sekolah atau terhambat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Aspek kesehatan siswa juga menjadi perhatian, guna memastikan tidak ada anak yang mengalami kekurangan gizi maupun stunting.
“Kami ingin pendidikan di Kota Batu melesat mendunia. Dengan dukungan penuh dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kita berikhtiar agar semua pihak inline dalam semangat yang sama,” tegasnya.
Bagi pendaftar yang belum lolos seleksi, Alfi berpesan agar tidak berkecil hati. Pemerintah akan terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan pendidikan masyarakat tetap dapat terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Program ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mencetak generasi unggul sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu menuju Indonesia Emas 2045.(Sfl)

