Agroredaksi.com – KOTA MALANG – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang, Pemerintah Kota Malang menggelar lomba permainan tradisional yang berlangsung di halaman Balai Kota Malang. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus melestarikan permainan tradisional yang mulai tergerus zaman.Lomba permainan tradisional tersebut turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Suasana berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum.

Terdapat tiga jenis permainan tradisional yang dilombakan, yakni dakon, bekel, dan orado. Para peserta tampak bersemangat menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi meraih kemenangan dalam lomba tersebut.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki tujuan penting dalam menjaga warisan budaya.
“Lomba permainan tradisional ini kami gelar sebagai bentuk upaya melestarikan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Di tengah perkembangan teknologi, anak-anak saat ini cenderung lebih banyak bermain game di smartphone yang bersifat individual,” ujarnya.
Ia menambahkan, permainan tradisional memiliki nilai sosial yang tinggi karena mampu membangun interaksi dan kebersamaan antar pemain.
“Melalui permainan tradisional, kita ingin menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Harapannya, ke depan anak-anak bisa lebih seimbang, tidak hanya bermain gadget, tetapi juga mengenal dan memainkan permainan tradisional,” imbuhnya.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang lomba akan mendapatkan piala dari panitia pelaksana. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi agenda rutin dalam setiap peringatan HUT Kota Malang, sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya lokal di tengah masyarakat.(Sfl)

