Agroredaksi.com-Peluncuran inovasi produk perawatan anak berbasis bahan alami kembali dihadirkan oleh Universitas Brawijaya melalui lini produk BOUMI, yang menyasar anak usia 4 hingga 14 tahun. Produk ini menjadi terobosan baru di bidang personal care anak dengan mengangkat potensi kekayaan alam Indonesia melalui risetkampus.jum’at(17/04/26).
Salah satu produk unggulan BOUMI adalah HI-To-Go Sun Protector SPF 30+, tabir surya yang memanfaatkan ekstrak rambut jagung atau stigma silk. Bahan yang selama ini dianggap limbah pertanian, kini diolah menjadi inovasi bernilai tinggi dengan kandungan ferulic acid dan flavonoid sebagai pelindung alami dari sinar ultraviolet, sekaligus aman digunakan pada kulit anak di iklim tropis.

Penemu inovasi ini, Dr. Ocha menjelaskan bahwa pemanfaatan rambut jagung menjadi sunscreen merupakan bagian dari konsep ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.
“Kami melihat potensi besar dari limbah rambut jagung yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Melalui riset, kami berhasil mengekstraknya menjadi bahan aktif pelindung UV yang aman untuk anak-anak,” ujarnya.

Selain sunscreen, BOUMI juga menghadirkan berbagai produk lain seperti sampo, sabun mandi, hingga body spray yang diformulasikan khusus untuk kulit anak yang lebih sensitif. Seluruh produk dikembangkan dengan pendekatan dermatologi pediatrik, menggunakan bahan alami seperti minyak atsiri yang memiliki fungsi antimikroba, antiinflamasi, dan pelembap.

Kaprodi Kesehatan Kulit, Dr. Sinta menegaskan pentingnya formulasi khusus bagi anak.
“Selama ini banyak produk anak yang masih mengadopsi formulasi dewasa. Padahal struktur kulit anak lebih tipis dan sensitif, sehingga membutuhkan produk dengan pH seimbang dan bebas bahan kimia keras,” jelasnya.
Pengembangan BOUMI juga melibatkan berbagai pihak melalui kolaborasi Penta Helix yang mencakup akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Kolaborasi ini memperkuat proses hilirisasi riset agar dapat diterapkan langsung ke masyarakat.
Kepala Institute Atsiri UB, Prof. Warsito menambahkan bahwa kekayaan minyak atsiri Indonesia menjadi kekuatan utama dalam pengembangan produk ini.
“Indonesia memiliki sumber daya minyak atsiri yang sangat melimpah. Kami mengoptimalkan potensi tersebut sebagai bahan dasar produk yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan bagi kulit anak,” ungkapnya.
Dengan hadirnya BOUMI, Universitas Brawijaya menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi generasi masa depan.(Sfl)

