By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Inovasi GENIUSS-TB Antar Mahasiswa UB Raih Gold Medal di Kompetisi Esai Malaysia
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Malang Raya > Inovasi GENIUSS-TB Antar Mahasiswa UB Raih Gold Medal di Kompetisi Esai Malaysia
Malang RayaPendidikan

Inovasi GENIUSS-TB Antar Mahasiswa UB Raih Gold Medal di Kompetisi Esai Malaysia

akbar
Last updated: March 13, 2026 8:00 am
akbar
Published: March 13, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Inovasi GENIUSS-TB (Gene-Based Innovation for Tuberculosis Detection) yang dikembangkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) menawarkan metode deteksi tuberkulosis berbasis gen yang dinilai lebih cepat dan akurat dalam mengidentifikasi bakteri penyebab tuberkulosis pada hewan.
Teknologi ini dirancang untuk memperkuat keamanan pangan serta mendukung penerapan konsep One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Melalui pendekatan molekuler yang memanfaatkan gen spesifik bakteri, inovasi ini diharapkan mampu mendeteksi potensi penyebaran penyakit sejak dini, terutama pada hewan yang berpotensi menjadi sumber penularan tuberkulosis ke manusia melalui rantai pangan.
Salah satu anggota tim, Difa Fitrah Kusumaningrum, menjelaskan bahwa inovasi GENIUSS-TB dilatarbelakangi oleh program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang banyak memanfaatkan bahan pangan asal hewan sebagai sumber protein masyarakat. Menurutnya, hal tersebut membuat aspek keamanan pangan menjadi sangat penting untuk diperhatikan.
Penyakit TB tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga bisa menyerang hewan, terutama sapi. Pada hewan, penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium bovis, yang masih satu kelompok dengan Mycobacterium tuberculosis Complex.
Produk pangan asal hewan seperti susu, daging, dan telur merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Jika hewan ternak terinfeksi tuberkulosis, maka bakteri tersebut berpotensi ikut terbawa dalam produk pangan yang dihasilkan, terutama pada susu yang tidak dipasteurisasi atau daging yang tidak melalui pengawasan kesehatan yang baik. Ketika produk tersebut dikonsumsi manusia, ada risiko penularan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Karena itu, deteksi TBC pada hewan sangat penting untuk memastikan keamanan pangan asal hewan (protein hewani) yang dikonsumsi masyarakat.
Selain itu, Indonesia juga masih menjadi salah satu negara dengan kasus tuberkulosis tertinggi di dunia. Oleh karena itu, tim berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya mendukung program pemerintah dalam penyediaan pangan bergizi, tetapi juga membantu menurunkan risiko penyebaran tuberkulosis melalui pengawasan kesehatan hewan.
Keisha Rama Diwangga menjelaskan bahwa sistem deteksi dalam inovasi ini menggunakan pendekatan genetik melalui ku gene dan 16S rRNA gene untuk mengidentifikasi bakteri dari genus Mycobacterium serta spesies yang termasuk dalam Mycobacterium tuberculosis complex secara lebih spesifik.
“Melalui gen 16S rRNA, kita dapat mendeteksi genus Mycobacterium, sementara gen lainnya membantu mengidentifikasi spesies dari Mycobacterium tuberculosis complex. Dengan pendekatan ini, alat dapat mendeteksi baik tuberkulosis maupun non-tuberkulosis secara lebih akurat,” jelas Keisha.
Azizah Husnul Subagyo menambahkan bahwa inovasi ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan metode metode kultur yang membutuhkan waktu yang relatif lama.
GENIUSS-TB menggunakan pendekatan berbasis gen yang dinilai lebih spesifik dalam mendeteksi bakteri penyebab penyakit.
Azizah menambahkan, inovasi ini memiliki potensi besar untuk mendukung pencegahan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Dengan adanya deteksi dini terhadap tuberkulosis pada hewan, risiko penularan melalui produk pangan asal hewan dapat diminimalkan.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Bintang Fajar Prayitno, menyampaikan bahwa inovasi GENIUSS-TB juga dirancang untuk memperkuat implementasi konsep One Health secara terpadu.


“Inovasi ini mengintegrasikan pengendalian penyakit dari tiga aspek utama, yaitu kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Dengan begitu, pengawasan terhadap rantai penyebaran penyakit dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujarnya.


Saat ini, inovasi GENIUSS-TB masih berada pada tahap pengembangan konsep penelitian awal. Tim berencana melanjutkan penelitian ke tahap validasi laboratorium, termasuk uji sensitivitas dan spesifisitas metode deteksi yang dikembangkan.
Dosen pembimbing tim, Dr. drh. Siti Kurniawati, M.Ked.Trop., menilai bahwa inovasi GENIUSS-TB memiliki nilai kebaruan ilmiah yang cukup tinggi karena menggunakan pendekatan molekuler genomik yang masih jarang diteliti secara luas.
Ia juga menjelaskan bahwa tim telah melakukan eksplorasi awal terhadap komponen genetik yang digunakan dalam inovasi tersebut, termasuk pengajuan hak paten terhadap primer gen yang dikembangkan.


“Untuk primer gen yang digunakan dalam inovasi ini, kami sudah mengajukan permohonan hak paten dengan nomor P0020241010. Saat ini prosesnya masih berada pada tahap pemeriksaan sehingga sertifikat paten resmi masih menunggu proses lebih lanjut,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa inovasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi teknologi nyata yang dapat dimanfaatkan secara luas dalam meningkatkan pengawasan penyakit pada produk pangan asal hewan.
Berkat inovasi tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih Gold Medal dalam ajang 2nd International Student Summit Essay Competition yang diselenggarakan di Malaysia pada 13–16 Februari 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mempresentasikan karya ilmiah berjudul “GENIUSS-TB: A Gene-Based Innovation for Tuberculosis Detection Strengthening Food Safety and One Health Systems.” Karya ini menyoroti pentingnya deteksi dini tuberkulosis pada hewan guna mencegah potensi penularan penyakit zoonosis kepada manusia melalui produk pangan asal hewan seperti susu, daging, dan telur.
Kompetisi internasional ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan ilmiah inovatif dalam bentuk esai yang berfokus pada solusi terhadap isu global di bidang kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Prestasi ini diraih melalui kolaborasi lintas universitas antara mahasiswa FKH UB dan mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tim tersebut dibimbing oleh Dr. drh. Siti Kurniawati, M.Ked.Trop. dari FKH UB serta Safrina Oksidriyani, S.Gz., M.P.H. dari Fakultas Kedokteran UNNES.


Tim mahasiswa yang meraih penghargaan tersebut terdiri atas Difa Fitrah Kusumaningrum, Keisha Rama Diwangga, Bintang Fajar Prayitno, Azizah Husnul Subagyo dari Universitas Brawijaya, serta Zahra Aulia Putri dari Universitas Negeri Semarang. (RST/Humas UB).

Dosen FK UB Kembangkan SmartGerdX, Platform Deteksi Dini GERD Berbasis Digital
Kolaborasi dan Kepedulian, Warga Apresiasi Respons Cepat Tugu Tirta
Museum Sejarah Arhanud Resmi Dibuka, Lengkapi Jejak Panjang Pertahanan Udara di Pusdik Arhanud Pendem Kota Batu
Kolaborasi Mahasiswa UMM, UB, dan Pimpinan Ranting Aisyiyah Sumbersekar : Semarakkan 1 Muharram 1445 H
Wahyu ,Walikota Malang Apresiasi Gelaran MBF 2025
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up