By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Ibadah Bukan Transaksi. Safari Ramadan di RSU UMM Sentil Etika Tenaga Medis
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Malang Raya > Ibadah Bukan Transaksi. Safari Ramadan di RSU UMM Sentil Etika Tenaga Medis
Malang RayaPendidikan

Ibadah Bukan Transaksi. Safari Ramadan di RSU UMM Sentil Etika Tenaga Medis

akbar
Last updated: March 5, 2026 1:31 pm
akbar
Published: March 5, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Komitmen meneguhkan nilai spiritual dalam ruang pelayanan kesehatan kembali ditegaskan melalui Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Aula Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Zen Amirudin, M.Med.Kom., sebagai penceramah utama dan diikuti oleh jajaran pimpinan, tenaga kesehatan, serta sivitas akademika. Agenda tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga ruang refleksi bagi institusi layanan publik yang setiap hari bersentuhan dengan persoalan kemanusiaan. Ramadan dimaknai sebagai momentum menata ulang niat, memperkuat tanggung jawab, dan meluruskan orientasi pengabdian.

Dalam ceramahnya, Zen Amirudin menegaskan bahwa ibadah tidak dapat dipahami dengan logika transaksional. Ia menyampaikan pesan tersebut melalui kisah seorang pemuda yang mencoba “menguji” makna sedekah demi membuktikan kebenaran secara instan.

“Saya ingin mengangkat kisah seorang pemuda yang mencoba ‘menguji’ makna sedekah setelah mendengar tausiyah seorang ustaz. Karena dorongan ingin membuktikan kebenaran secara cepat, ia menyedekahkan seluruh uang yang dimilikinya dengan harapan balasan akan datang seketika. Namun yang ia rasakan justru kegelisahan, karena harapannya tidak langsung terpenuhi. Dari kisah itu saya ingin menegaskan bahwa ibadah tidak bisa dipahami dengan logika transaksional,” ujarnya

Menurutnya, ibadah bukanlah mekanisme sebab-akibat yang instan antara memberi dan menerima. Ibadah adalah proses ketundukan dan keikhlasan yang menuntut kedewasaan berpikir. Ketika seseorang beramal hanya demi imbalan cepat, maka yang muncul adalah kekecewaan. Sebaliknya, jika amal dilakukan sebagai bentuk kepatuhan dan penghambaan, ketenangan akan hadir tanpa perlu menunggu balasan. Ramadan, kata dia, mengajarkan proses itu secara bertahap melalui latihan menahan diri, mengendalikan ego, dan memperbaiki niat.

Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki tingkatan dalam memaknai kuasa dan tanggung jawab. Tahap awal adalah kesadaran normatif bahwa setiap amanah membawa konsekuensi moral. Pada tahap yang lebih matang, seseorang mampu menjalankan peran tanpa didorong kepentingan pribadi. Kuasa tidak dipandang sebagai privilese, melainkan kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan secara etis dan sosial. Perspektif ini, menurutnya, sangat relevan di lingkungan pelayanan kesehatan.

“Pada dasarnya, apa pun yang kita lakukan adalah proses belajar patuh. Ramadan melatih kita menundukkan diri kepada Allah, dan dari ketundukan itu lahir kekuatan untuk menjalankan tanggung jawab dengan jernih, sabar, dan amanah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepatuhan bukan bentuk kelemahan, melainkan fondasi karakter yang mencegah penyalahgunaan wewenang. Di rumah sakit, sikap patuh pada nilai dan etika menjadi penyangga profesionalisme sekaligus kemanusiaan.

Zen juga menekankan bahwa ajaran Islam tentang kuasa bersifat normatif dan preventif. Artinya, ajaran tersebut tidak hanya mengatur batasan benar dan salah, tetapi juga membangun kesadaran untuk mencegah penyimpangan sejak dini. Dalam konteks rumah sakit, setiap keputusan menyangkut keselamatan pasien, integritas profesi, dan kepercayaan publik. Karena itu, Ramadan harus menjadi ruang evaluasi agar profesionalisme berjalan seiring dengan integritas spiritual.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum membangun peradaban, bukan sekadar meningkatkan ritual personal. Ia menegaskan bahwa takwa semestinya menjadi energi perubahan sosial yang melahirkan etos kerja, disiplin, dan keberanian berinovasi, termasuk di bidang pendidikan dan layanan kesehatan.

“Tidak ada kemajuan tanpa pengorbanan. Ramadan melatih kita menahan diri dan berkorban, bukan hanya dalam materi, tetapi juga waktu, pikiran, dan komitmen memperbaiki kualitas diri,” katanya. Ia optimistis, jika semangat tersebut dijaga bersama, kampus dan rumah sakit akan tumbuh sebagai pusat pelayanan dan keilmuan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Safari Ramadan di RSU UMM pun menjadi lebih dari sekadar forum ceramah. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi nilai agar setiap peran, baik tenaga medis, akademisi, maupun pimpinan dijalankan dengan kesadaran bahwa pengabdian adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara duniawi dan ukhrawi.(Sfl)

Potensi Energi Geotermal Indonesia di Kawasan Ring of Fire yang Belum Teroptimalkan
Polisi Bersihkan Tempat Ibadah dan Rumah Warga Terdampak Abu Vulkanik Semeru
Wali Kota Malang Lantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Dorong Birokrasi Profesional Berbasis Manajemen Talenta
Dosen UMM Soroti Efek QRIS, Pengeluaran Kecil Bisa Jadi Masalah Besar
Bea Cukai Malang Gagalkan Pengiriman Ribuan Liter MMEA Ilegal dari Bali
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up