Agroredaksi.com-Kota Batu – Nala Festival resmi digelar selama 10 hari di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu. Festival ini menjadi agenda hiburan sekaligus kegiatan sosial yang mewarnai libur akhir tahun, dengan menyajikan beragam kuliner, kesenian tradisional, hingga aksi kemanusiaan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batu, Zadim Evisiensi, bersama sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu. Atas nama Pemerintah Kota Batu, Zadim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Nala Festival yang dinilai mampu memperkaya destinasi wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi Nala Festival dalam rangka memperingati Hari Armada Republik Indonesia. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM dan seniman, serta menjadi bentuk kolaborasi dan sinergi yang sangat baik,” ujar Zadim.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Malang, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, menjelaskan bahwa Nala Festival juga menjadi bagian dari pengenalan Nala Eco Point, fasilitas baru yang dirancang sebagai pusat kegiatan berbasis pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Penamaan Nala Eco Point mengandung filosofi kekuatan maritim TNI AL yang selaras dengan nilai-nilai ekologi,” jelasnya.

Ketua Panitia Nala Festival, A. Hendy, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar secara kolaboratif dan penuh makna karena sekaligus memperingati Hari Armada Republik Indonesia dan Hari Nusantara. Selain itu, panitia juga mengadakan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatra.
“Konsep acara kami padukan antara hiburan, budaya, ekonomi rakyat, dan kepedulian kemanusiaan, sehingga nuansanya menyerupai pesta rakyat yang inklusif dan terbuka,” kata Hendy.
Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan seni tradisional seperti reog, jaranan, dan bantengan. Tak hanya itu, tersedia pula penampilan band, carol, serta pertunjukan line dance yang digelar bergantian setiap hari.
Puluhan pelaku UMKM turut dilibatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal, dengan produk makanan dan minuman yang ditawarkan dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Panitia menegaskan tidak ada perayaan gebyar malam tahun baru dalam rangkaian Nala Festival. Kebijakan tersebut mengikuti instruksi Komandan Angkatan Laut yang mengedepankan empati terhadap korban bencana.
“Sebagai gantinya, kegiatan diisi doa bersama dan lantunan macapat agar suasana tetap khidmat dan berorientasi pada penggalangan dana kemanusiaan,” imbuh Hendy.
Festival dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Selain itu, pada 2 Januari mendatang panitia juga akan menggelar peringatan haul Gus Dur yang diperkirakan dihadiri sekitar 300 hingga 1.500 peserta.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, panitia bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Batu dalam pengelolaan parkir secara tertib.
A. Hendy berharap Nala Festival dapat menjadi alternatif wisata liburan yang berbeda bagi masyarakat. Festival ini diinisiasi oleh Ladon Entertainment sebagai ruang kolaborasi kreatif bagi berbagai elemen masyarakat di Kota Batu.(Sfl)

